Kulup kemaluan Terlalu Ketat

Jakarta : 31-12-2017 user : 104

Salah satu keluhan umum yang sering terjadi pada pria adalah mengalami kesulitan saat menarik kulup ke belakang disebabkan oleh kulup terlalu ketat. Bagi sebagian pria dewasa kulup dengan mudah ditarik kebelakang, tetapi ada sebagian besar orang yang mengalami masalah ini memiliki kondisi yang dikenal dengan phimosis, yang berati kulup tidak adapat ditarik atau akan terasa nyeri pada saat menariknya. >>> [klik] jika ingin mengetahui bahaya kulup terlalu ketat.



Phimosis dapat menyebabkan suatu masalah kesehatan tertentu seperti gangguan fungsi peredaran darah, penderitanya akan mengalami nyeri selama hubungan seksual dan bahkan dapat menyebabkan kanker alat kelamin dan jika tidak ditangani segera dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.


Apa Itu Phimosis?


Phimosis merupakan suatu kondisi ketidakmampuan pria untuk menarik kulup ke arah bagian belakang. Hal ini terjadi karena terdapat penyempitan di ujung kulit alat kelamin atau terjadi perlengketan pada kulup, phimosis biasanya terjadi pada pria yang belum disunat dan tidak rutin membersihkan bagian dalam kepala alat kelamin serta kulup alat kemaluan sehingga mengakibatkan terjadinya penumpukan semgma (endapan berwarna putih yang merupakan sisa kulit mati, kotoran, bakteri dan keringat).


Bagaimana Bisa Tahu Bahwa Saya Mengalami Phimosis?

Phimosis biasanya tidak menimbulkan nyeri, tetapi kulit yang ketat akan menganggu proses buang air kecil atau melakukan hubungan seksual. Selain itu phimosis juga dapat membuat penderitanya sulit untuk membersihkan bagian daerah bawah kulup sehingga penderitanya mudah untuk terkena infeksi. >>> [klik] untuk mengetahui diagnosa penyakit phimosis.


Jika anda mengalami gejala diatas dan tanda gejala yang tidak disebutkan diatas atau anda memiliki kekhawatiran dengan sebuah gejala tertentu sebaiknya segera konsultasikan diri anda segera pada dokter.


Apa Bahaya Phimosis Jika Tidak Segera Di Atasi?


  • Meningkatkan risiko terjadinya infeksi kelamin.
  • Dapat menyebabkan nyeri pada alat kelamin, membengkak dan kemerahan.
  • Penderitanya dapat mengalami gangguan buang air kecil.
  • Menyebabkan gangguan ereksi dan hubungan seksual, dan berbagai keluhan lainnya.

Penanganan Phimosis

Jika Anda mengalami phimosis meskipun tidak ada keluhan seperti gangguan buang air kecil, gangguan ereksi, dan lain sebagainya. Untuk mencegah kemungkinan berbagai komplikasi perlu untuk dilakukan sirkumsisi (sunat). Tujuan dilakukan sirkumsisi untuk melepaskan perlekatan pada bagian kulit kemaluan. Disamping untuk mencegah berbagai komplikasi dari phimosis sirkumsisi juga memiliki berbagai manfaat yang baik bagi kesehatan. >>> [klik] untuk mengetahui diagnosa penyakit phimosis.


Anda sedang mencari tempat penanganan untuk phimosis? Klinik Sentosa lah tempatnya. Klinik Spesialis Kulit Dan Kelamin yang memiliki peralatan medis yang modern, bertaraf Internasional, biaya perawatan terjangkau. Klinik Sentosa dapat membantu Anda perawatan phimosis, memberikan perhatian kepada pasien, dan menempatkan kesehatan pasien sebagai prioritas No 1 dalam melayani pasien.



Klinik Sentosa adalah salah satu klinik spesialis penyakit kulit dan kelamin yang berada di Jakarta, Indonesia. Menangani setiap permasalahan penyakit kulit dan kelamin seperti penyakit menular seksual (PMS), infeksi menular seksual (IMS), Andrologi dan Ginekologi. Didukung oleh dokter ahli dan peralatan medis yang modern guna membantu jalannya proses perawatan.


Disclaimer : Hasil dapat berbeda dari masing-masing individu.





Artikel Lainnya


Klinik Spesialis Kelamin

Klinik Sentosa

Klinik Sentosa adalah Klinik Spesialis Kelamin (Klinik Andrologi dan Ginekologi). Klinik Sentosa, Klinik yang berstandar Internasional....